Ulti Clocks content
PENGUNJUNG
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini21
mod_vvisit_counterKemarin62
mod_vvisit_counterMinggu ini487
mod_vvisit_counterBulan ini298
mod_vvisit_counterTotal24799
Home Teknik Sampling

Teknik Sampling

(TRAINING LANJUTAN YANG AKAN DIADAKAN IALHI)

Pendahuluan

Pencemaran merupakan suatu keadaan yang bisa kita temukan sehari-hari. Pencemaran adalah masuknya benda asing yang tidak dikehendaki ke dalam suatu lingkungan. Pencemaran disebabkan oleh adanya bahan pencemar di suatu lingkungan dalam jumlah yang melebihi batas yang bisa diterima oleh lingkungan. Harga pencemaran bisa diukur dari biaya akibat dari eksploitasi sumber daya, biaya pengendalian pencemaran, dan biaya kesehatan manusia. Terjadinya masalah pencemaran dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup di alam ini. Secara umum para ahli membuat klasifikasi pencemaran menjadi pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran tanah. Pengelompokan ini didasarkan pada objek di mana bahan pencemar itu berada atau media pencemaran.

Pencemaran udara adalah adanya bahan pencemar di udara, baik berupa bahan gas, debu, maupun bising. Pencemaran air adalah adanya pencemaran di perairan, baik berupa bahan kimia, fisika, maupun biota. Pencemaran tanah merupakan tanah yang menerima bahan pencemar, baik yang berupa bahan padat maupun bahan cair. Pencemaran dapat menimbulkan akibat negatif pada lingkungan kehidupan. Macam pencemaran dapat digolongkan menurut jenis polutannya dan menurut sifat polutannya. Sumber pencemaran dapat digolongkan dalam sumber bergerak dan sumber diam. Pencemaran bisa berasal dari kejadian alam, bisa juga berasal dari akibat kegiatan manusia sehari-hari. Pencemaran dapat menimbulkan akibat negatif pada lingkungan mulai yang paling ringan berupa gangguan estetika, sampai dengan yang paling berat berupa kerusakan lingkungan yang fatal.

Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel.  Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan  dalam penelitian.  Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberikan peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.  Teknik ini meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling).  Sedangkan non probability sampling adalah teknik yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.  Teknik ini terdiri sampling sistematis, , sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling. Teknik sampling merupakan salah satu proses awal dari proses pengukuran sedangkan pengukuran pencemaran adalah merupakan proses yang dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran. Pengukuran pencemaran dilakukan dengan mengukur besarnya setiap parameter lingkungan yang diperkirakan terkandung dalam bahan pencemar. Alat ukur pencemaran adalah peralatan utama yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap parameter lingkungan yang diukur. 

Tingkat pencemaran lingkungan merupakan akumulasi besarnya
penyimpangan setiap parameter lingkungan terhadap standar kualitas lingkungan yang telah ditetapkan untuk menjamin kehidupan makhluk hidup yang sehat, layak, dan berkelanjutan.  Kesalahan dalam proses pengukuran biasanya berawal dari kesalahan dalam pengambilan sampling. Sehingga akan berakibat fatal terhadap penentuan tingkat pencemaran suatu media (air, udara dan tanah).

Demikian pentingnya pengetahuan teknik sampling ini, selain untuk menyelamatkan lingkungan hidup, kedua Perda tersebut merupakan wujud dari kepedulian para pemimpin daerah terhadap keberlangsungan hidup seluruh entitas yang ada di daerah. Untuk itulah Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia menyelenggarakan Diklat Teknis dengan tema ”Startegi khusus pemilihan metode teknik sampling pada Industri Maknufaktur dan Industri Rumah Sakit, sebagai early warning system dalam upaya penanggulangan pencemaran lingkungan”

Tujuan

- Memberikan pengetahuan mendasar dan lanjutan tentang tata cara dalam penggunaan dan pemilihan teknik
  sampling
- Mendiskripsikan dengan jelas tentang peran  dan fungsi teknik sampling dalam penentuan tingkat kadar
  pencemaran

Materi

- Peran dan fungsi  teknik sampling dalam penentuan tingkat kadar pencemaran
- Jenis dan Tipe limbah serta cara penanggulangganya
- Jenis dan Metode dalam teknik sampling
- Praktek pengambilan sampel di lapangan
- Praktek pengukuran dalam laboraturium
- Praktek penentuan tingkat pencemaran lingkungan

Peserta

- Kepala/Staf Instalasi Kesehatan Rumah Sakit
- Kepala/Staf Laboraturium Rumah Sakit
- Kepala/Staf pada Badan Lingkungan Hidup Prop/Kab/Kota
- Kepala/Staf Bapedalda

Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 09 Oktober 2009 07:48 )